AMPLOP

Posted by admin | Catatan Kecil | Tuesday 15 June 2010 4:49 pm

Ehm… Amplop sudah banyak di kenal di masyarakat kita, bahkan seolah menjadi hal yang sulit terpisahkan dari masyarakat, Masih segar di ingetan saya dulu sewaktu masih kecil saat ibu bapak selalu mencari amplop kecil saat akan menghadiri undangan, klau sudah tidak ketemu maka akan menggunakan selembar kertas yang diambil dari bagian tengah buku belajarqu, dilipet jadi tiga untuk membungkus uang buwuhan itu. bahkan saat khitanaan akhirnya saya juga nerima yang namanya amplop kebahagiaan ini (lumayan buat pelipur lara….. he.. he..).

Ada hal yang menarik tentang amplop ini saat naik bus kemarin, Dulu para pengamen setelah membawakan suara emas nya satu dua lagu, biasanya akan menengadahkan tangan, ada yang pakai tangan hampa (kayak jurus aja..), ada yang pakai topi, ada juga yang pakai bekas bungkus permen, dengan cara ini yang pemberi biasanya akan memberikan uang receh, dan beberapa uang kertas yang jarang masuk kekantong pengamen. Entah terinspirasi dari mana, sekarang ini banyak para pengamen menggunakan amplop dalam memberikan fasilitas kepada para donatur untuk berpartisipasi. Saya pikir ini adalah terobosan yang cantik untuk meningkatkan income, secara halus mereka ingin diberi bukan lagi uang recehan dan tidak menyinggung sang pemberi.

Sobat Bagaimana dengan upaya meningkatkan bisnis anda, bagaimana kita secara cantik mampu membuat konsumen kita membayar lebih tanpa menyinggung ataupun memaksa mereka… Semoga bisa menginspirasi kita semua..

Yudisium PENS 2003 @ Kantin Pens ITS

Posted by admin | Catatan Kecil | Tuesday 11 May 2010 2:20 pm

Mengingat Kembali Memory sekitar tujuh tahun yang lalu dikantin pens ITS, terasa mengaduk-aduk setumpuk buku dalam lemari besar, berkelana mencari file memori dalam otakyang udah tertumpuk. Perlahan mulai teringat moment itu, yang merupakan momen bahagia sekaligus pintu masuk jalan panjang mengahadapi kerasnya dunia luar. Momen bahagia karena hari itu adalah hari akhir setelah perjuangan selama tiga tahun dikampus tercinta dengan segala suka dukanya (mulai “jamaah” dalam mengerjakan laporan praktikum, sampai ketawa bareng saat bermain sepak bola dilapangan merah). Di lain sisi hari itu adalah pintu masuk ke dalam kerasnya “dunia nyata” ya.. dunia kerja. Karena setelah hari itu malu rasanya jika masih mengandalkan “supply” Uang dari Ortu. Mau tidak mau siap tidak siap pada hari itu harus terjun ke “dunia nyata”.

Ada satu pesan yang masih saya ingat sampai sekarang pada saat yudisium yang di isi oleh Seorang Dosen Mesin Pak Abdullah Sahab, Bahwasanya Sukses Merupakan rangkaian sukses-sukses kecil dalam kehidupan ini. Ibarat dalam sebuah rangkaian elektronik. Untuk menyalakan sebuah radio semua komponennya harus bekerja dengan baik. Jika ada salah satu komponen tidak bekerja maka akan gagal atau mungkin kerjanya kurang sempurna.

Sobat.. Mari kita susun kesuksessan kita mulai hari ini , dengan kesuksesan kesuksesan kecil sampai kita kelak menuai kesuksesan besar kita yaitu bahagia di akhirat dengan memperoleh surge NYA…

Diskon 101 % Plus..

Posted by admin | Catatan Kecil | Tuesday 20 April 2010 8:46 am

Jalan-jalan dan belanja ke Mal seolah telah menjadi gaya hidup di masyarakat perkotaan, di tambah lagi dengan menjamurnya Mal yang memiliki jaringan international bak jamur kulit yang menjalar ke sekujur tubuh tak terkendali .Tak usah disebutkan satu persatu anak-anak kecilpun hafal di luar kepala melebihi hafalan pelajaran sekolahnya. Diskon Seolah menjadi pemikat yag luar biasa, yang terbukti ampuh memikat para penggila belanja. Diskon seolah tiada pernah ada hentinya yang kadang dicocok-cocokkan dengan hari atau bualn tertentu, Diskon hari raya, diskon tahun baru, diskon hari ibu, dan diskon pada hari..hari yang lainnya. Soal prosentase dari diskon jangan di tanya mulai dari 2,5 % (Kayak zakat aja ya.) sampai diskon 70 % Plus.. Plus… Bahkan sampai cuci gudang segala…(sampai kepikiran gudangnya kotor amat.. sampai sering sekali di cuci). tapi yang jelas pernah ketemuan yang diskon 100 % apalagi 101% plus…. Tak sengaja kapan hari pas adik beli kaos kaki ( gara gara termakan oleh rayuan diskon) tak sengaja sengaja aqu liat daftar harganya tertera diskon 30% . tapi ada yang aneh disisi kertas harganya…

So.. Silahkan pilih berapa besar diskonnya dengan satu syarat tidak melebihi 5.400,- (17.900-12.500)

Bagaimana Sobat Masih tertarik dengan diskon?  hati.. hati.. hatilah….

Ibu Qu Sang Marketer Hebat…

Posted by admin | Catatan Kecil | Wednesday 14 April 2010 9:24 pm

Kalau Sobat di tanya tempat makan terenak sedunia dimana…??? mungkin akan keluar jawaban sederet tempat makan terkenal mulai yang beraroma desa kayak bu… D.. sampai yang bergaya kebarat baratan misal Pr ….( gak boleh sebut merek nih he.. he…), Terus Makanan favorit terlezat apa….? pasti akan keluar sederet masakan yang bisa bikin ngiler…, Klau pertanyaan itu di tanyakan kesaya, makanan ter Ueee….nak Sedunia apa, saya akan jawab masakan ‘IBUQU’ adalah yang terlezat…. hal ini bukan tanpa alasan paling tidak minimal 26 Tahun lebih IBUQU lah yang menjadi “Koki” bagi diriku sampai sekarang (biarpun sekarang sudah berpartner dengan is3qu he.. he…), diriku yang di besarkan di desa sangat jarang sekali makan diluar, sehingga masakan ibuqu lah yang menjadi menu setiap hari. Ibu adalah “Koki’ dengan customer delight yang ruaaar biasa, terlebih buat internal customernya ayah dan saudara-saudaraku. Ibu tahu masakan kesukaan dari setiap internal customernya, bahkan sampai sekarang ibu hafal dengan kesenangan kami semua anak2nya. Kakak tertuaku setiap pulang kampung pasti yang di hidangkan adalah sayur tewel dan ‘tolo’ kacang karena itulah sayur kesukaannya, dan entah dari mana datangnya setiap aqu pulang lauk ‘ikan asin’ atau pindang selalu ada di meja makan sekali lagi.. karena  ibupun tahu itu lauk kesukaanqu. Saya baru tahu Ibuqu adalah seorang MARKETER Luar biasa…, dia mengenal baik bagaimana memberikan pelayanan terbaik buat customernya, dan mengetahuai betul apa kebutuhan dan kesukaan customernya. Makasih Ibu…..atas pelajaran ini.

Sobat.. Bagaimana dengan anda, Sudahkah anda mengenal dengan baik customer internal dan eksternal anda sehingga mampu memberikan yang terbaik buat mereka ????

Meng-Istiqomah-Kan Semangat Menulis

Posted by admin | Catatan Kecil | Wednesday 14 April 2010 8:07 pm

Bismillah…

Udah lama banget gak update blog nih, entah karena sibuk or sok sibuk…. semoga hari ini menjadi awal yang baru menatap kedepan untuk mencoba istoqomah menulis di blog lagi, ada falsafah yang bagus berkenaan dengan istiqomah ini, yang di ibaratkan seperti “sebuah jam” yang terus berputar tak peduli apapun situasi politik, lingkungan, bahkan klau boleh dikatakan “cuek”, diliat or tidak dilihat orang tetap berputar ( kecuali baterainya habis yang pasti). Ibarat jam yang memerlukan baterai untuk terus istiqomah berputar kita juga harus mencari ‘baterai” pada diri kita masing2 sebagi sumber energi agar bisa istiqomah untuk tetap menulis, tak kenal panas ujan, dibaca orang or tidak….. Apa “baterai” istiqomah anda Saudaraku ???

KEMATIAN HATI

Posted by admin | Catatan Kecil | Wednesday 11 February 2009 6:57 pm

By Alm Ust Rahmat Abdullah

 Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ” Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.

Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.
Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”

From www.pk-sejahtera.org

SMKL (Sudah Makan Kerja, Kuliah Lancar)

Posted by admin | Catatan Kecil | Saturday 22 November 2008 10:08 am

SMKL (Sudah Makan Kerja, Kuliah Lancar)
Sudah lama aqu tidak makan di keputih, tambah ramai saja rumah makan disana (tidak hanya pembeli makan yang ngiler melihat makanan he.. he… Tapi para “pebisnis” (penjual) ngiler juga ngeliat potensi market yang besar dari mahasiswa, ini terlihat dari makin menjamurnya para penjual makanan. Kian ketatnya persaingan inilah yang membuat para penjual kiat inovatif sekilas menurut pengamatan saya, barangkali satu konsep pinjam istilahnya ki gede pakma ‘motivasi atau mati’. ya.. inovasi dan improvement harus dilakukan jika ingin survive, baik dari sisi kualitas rasa, cara penyajian maupun cara marketingnya.
Ada yang menarik dari inovasi-inovasi para “pebisnis’” makanan ini, salah satunya adalah dengan menggunakan nama “warung ikhwan” satu nama yang saya pikir cukup cerdik dari sang pebisnis, seiring dengan semakin menggeliatnya dakwah kampus kata “ikhwan” tidak lagi asing bagi telinga kita, bila di bandingkan dengan 8 tahun yang lalu saat saya masih kuliah, kalangan inilah yang mungkin dibidik sang pebisnis .
Di satu warung lagi punya cara unik juga dalam berinovasi, dengan konsep makanan prasmanan dan menambahkan berbagai macam tulisan motivasi, disambut dengan 3 buah tulisan “SMKL” Sudah Makan Kuliah Lancar selain itu pada meja makan yang dilapisi kaca terdapat berbagai kisah perjuangan untuk mencapai sukses baik nasional maupun internasional, ada kisah bintang film, jakie chan, ada kisah sang pemilk Microsoft ” Bill Gates” dan kisah-kisah perjuangan tokoh tokoh lain. ehm… good ide saya pikir, pertama ingin membangun brand image “warung SMKL”, kedua ingin memberikan service lebih, dengan memberikan motivasi kepada para pembeli yang sebagian besar mahasiswa tentang sebuah sukses yang harus di raih dengan perjuangan lewat tulisan yang bisa di baca sembari kita makan.
SMKL Sudah “Makan” Kuliah, Kerja, Lancar , “makan” dalam arti kebutuhan fisik kita, dan “makan’ dalam arti kebutuhan ruhani kita, kalau makanan fisik kita 2-3 kali sehari, kira2 berapa kali kita member makan ruhiah, jiwa kita? Berani coba SMKL “Sudah makan – fisik & jiwa- kerja Pasti… Lancar Insyaallah.

Nikmat Itu Bernama “Sehat”

Posted by admin | Catatan Kecil | Tuesday 18 November 2008 5:41 pm

Terakhir Bertemu Dengan beliau saat menjenguk di rumah sakit darmo sekitar 3 bulan yang lalu, saat di opname dg ditemani sang is3 tercinta yang lagi hamil anak ke empat, untuk transfusi darah setelah di fonis mengalami gagal ginjal, dengan optimis beliau mengatakan ini sebagai wujud ikhtiar untuk mengatasi gagal ginjal tersebut, ustadz Asrofi…. beliaulah yang menemani saya saat taaruf dan pertamakali kerumah mertua saya untuk melamar is3 saya, beliau aktif sebagai ketua LMI tulungagung, beliau aktif berdakwah.( semoga allah selalu membalas atas kebaikan2 beliau dengan berlipat ganda). setelah dinyatakan gagal ginjal dan setiap seminggu dua kali harus cuci darah yg memerlukan dana sekitar 1 juta rupiah. subhanallah.. bisa di bayangkan berapa biaya yang harus di keluarkan. dan seminggu yang lalau saya dapat kabar beliau lagi di tiongkok untuk transplantasi ginjal. dan saya yakin butuh biaya yang tidak kecil ( ada temen yang bilang sekitar 750 jt- 1M), sehari sebelum operasi (operasi dilaksanakan pada senin 17/11/08), saya sempat sms beliau dan dibales dengan jawapan optimis. semoga allah mempermudah operasi beliau… amin.

Sobat..nikmat yang begitu besar itu berupa iman dan sehat, klau iman mungkin akan lebih bersifat non materiil, perasaan tenang bahagia dan dengan nikmat ini kadang sulit untuk dijelaskan kepada orang lain. beda halnya dengan nikmat kesehatan yang lebih mudah untuk di itung2 secara matematis, ketika kita sedang sakit berapa biaya yang harus kita keluarkan, rasa tidak nyaman dan lain sebagainya. Nikmat inilah yang sering terlupa untuk selalu kita syukuri dan kita gunakan sebaik mungkin, barangkali tidak ada salahnya kita merenung sejenak betapa besar nilai nikmat sehat itu, atau barang kali jalan jalan kerumah sakit, menjenguk orang sakit,untuk menghitung betapa besarnya nikmat sehat, yang tak kan bisa kita hitung dengan rupiah maka sangat pantas sekali Sang Pencipta Bertanya kepada kita “NIKMAT ALLAH YANG MANA LAGI YANG AKAN KAMU DUSTAKAN” sehingga tidak ada kata lain bagi kita selain bersyukur…… semoga

UNTUNG DAPET PAHALA DAPET

Posted by admin | Catatan Kecil | Saturday 8 November 2008 10:48 pm

Semangat untuk berdakwah tidak akan pernah luluh dimanapaun dan kapanpun seperti dalam pesan pada bungkus kacang ini, “jaga sholat berjamaah”

Hari Gini Pakai Disket….?

Posted by admin | Catatan Kecil | Saturday 8 November 2008 9:52 pm

Hari ini dapet order dari bagian keuangan untuk benerin PC, habis listrik padam katanya di start gak mau. setelas aqu ceck aqu start tombol ‘klik” aman langsung nyala. Eh mau di tinggal ada permintaan dari ibu keuangan “mrs nike’ untuk masang disket drive, buat apa disket drive pikirku, dan terlontar ama bercanda “hari gini masih pakai disket”, di zaman yang serba minimalis dimana flashdisk 2 Gb tinggal 60 ribu. Sontak tak mau kalah mrs nike menjawab wuih jangan salah lho… dengan disket ini sekitar 600 orang di kantor kita  menerima gaji, lho kok bisa? sistem pembayaran gaji yang di transfer setiap bulan via bank mandiri mengharuskan musti pakai “disket’, bank sekelas bank mandiri masih pakai disket, bank sebagai best implementasi IT yang pernah dimuat di majalah SWA masih pakai disket? saya tidak tahu kenapa masih dipergunakan, masalah security? atau systemnya di mandiri yang masih pakai sistem jadul? belum ketemu sampai sekarang jawabannya . Ok deh sambil nyengir ku bongkar juga PCnya, setelah di bongkar kabel data aqu pasang ternyata ‘glodak’ casing pc dengan type baru ini tidak menyediakan output untuk disket drive, akhirnya setelah di utak dan di atik akhirnya disket drive aqu tarik keluar diatas casing, jadilah disket drive eksternal, aqu pikir gpplah paling tidak gajian ku bulan ini bisa ditransfer lagi….. he,, he…

Next Page »