msgbartop
Catatan Kecil
msgbarbottom

11 Feb 09 KEMATIAN HATI

By Alm Ust Rahmat Abdullah

 Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ” Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.

Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.
Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”

From www.pk-sejahtera.org

22 Nov 08 SMKL (Sudah Makan Kerja, Kuliah Lancar)

SMKL (Sudah Makan Kerja, Kuliah Lancar)
Sudah lama aqu tidak makan di keputih, tambah ramai saja rumah makan disana (tidak hanya pembeli makan yang ngiler melihat makanan he.. he… Tapi para “pebisnis” (penjual) ngiler juga ngeliat potensi market yang besar dari mahasiswa, ini terlihat dari makin menjamurnya para penjual makanan. Kian ketatnya persaingan inilah yang membuat para penjual kiat inovatif sekilas menurut pengamatan saya, barangkali satu konsep pinjam istilahnya ki gede pakma ‘motivasi atau mati’. ya.. inovasi dan improvement harus dilakukan jika ingin survive, baik dari sisi kualitas rasa, cara penyajian maupun cara marketingnya.
Ada yang menarik dari inovasi-inovasi para “pebisnis’” makanan ini, salah satunya adalah dengan menggunakan nama “warung ikhwan” satu nama yang saya pikir cukup cerdik dari sang pebisnis, seiring dengan semakin menggeliatnya dakwah kampus kata “ikhwan” tidak lagi asing bagi telinga kita, bila di bandingkan dengan 8 tahun yang lalu saat saya masih kuliah, kalangan inilah yang mungkin dibidik sang pebisnis .
Di satu warung lagi punya cara unik juga dalam berinovasi, dengan konsep makanan prasmanan dan menambahkan berbagai macam tulisan motivasi, disambut dengan 3 buah tulisan “SMKL” Sudah Makan Kuliah Lancar selain itu pada meja makan yang dilapisi kaca terdapat berbagai kisah perjuangan untuk mencapai sukses baik nasional maupun internasional, ada kisah bintang film, jakie chan, ada kisah sang pemilk Microsoft ” Bill Gates” dan kisah-kisah perjuangan tokoh tokoh lain. ehm… good ide saya pikir, pertama ingin membangun brand image “warung SMKL”, kedua ingin memberikan service lebih, dengan memberikan motivasi kepada para pembeli yang sebagian besar mahasiswa tentang sebuah sukses yang harus di raih dengan perjuangan lewat tulisan yang bisa di baca sembari kita makan.
SMKL Sudah “Makan” Kuliah, Kerja, Lancar , “makan” dalam arti kebutuhan fisik kita, dan “makan’ dalam arti kebutuhan ruhani kita, kalau makanan fisik kita 2-3 kali sehari, kira2 berapa kali kita member makan ruhiah, jiwa kita? Berani coba SMKL “Sudah makan – fisik & jiwa- kerja Pasti… Lancar Insyaallah.

18 Nov 08 Nikmat Itu Bernama “Sehat”

Terakhir Bertemu Dengan beliau saat menjenguk di rumah sakit darmo sekitar 3 bulan yang lalu, saat di opname dg ditemani sang is3 tercinta yang lagi hamil anak ke empat, untuk transfusi darah setelah di fonis mengalami gagal ginjal, dengan optimis beliau mengatakan ini sebagai wujud ikhtiar untuk mengatasi gagal ginjal tersebut, ustadz Asrofi…. beliaulah yang menemani saya saat taaruf dan pertamakali kerumah mertua saya untuk melamar is3 saya, beliau aktif sebagai ketua LMI tulungagung, beliau aktif berdakwah.( semoga allah selalu membalas atas kebaikan2 beliau dengan berlipat ganda). setelah dinyatakan gagal ginjal dan setiap seminggu dua kali harus cuci darah yg memerlukan dana sekitar 1 juta rupiah. subhanallah.. bisa di bayangkan berapa biaya yang harus di keluarkan. dan seminggu yang lalau saya dapat kabar beliau lagi di tiongkok untuk transplantasi ginjal. dan saya yakin butuh biaya yang tidak kecil ( ada temen yang bilang sekitar 750 jt- 1M), sehari sebelum operasi (operasi dilaksanakan pada senin 17/11/08), saya sempat sms beliau dan dibales dengan jawapan optimis. semoga allah mempermudah operasi beliau… amin.

Sobat..nikmat yang begitu besar itu berupa iman dan sehat, klau iman mungkin akan lebih bersifat non materiil, perasaan tenang bahagia dan dengan nikmat ini kadang sulit untuk dijelaskan kepada orang lain. beda halnya dengan nikmat kesehatan yang lebih mudah untuk di itung2 secara matematis, ketika kita sedang sakit berapa biaya yang harus kita keluarkan, rasa tidak nyaman dan lain sebagainya. Nikmat inilah yang sering terlupa untuk selalu kita syukuri dan kita gunakan sebaik mungkin, barangkali tidak ada salahnya kita merenung sejenak betapa besar nilai nikmat sehat itu, atau barang kali jalan jalan kerumah sakit, menjenguk orang sakit,untuk menghitung betapa besarnya nikmat sehat, yang tak kan bisa kita hitung dengan rupiah maka sangat pantas sekali Sang Pencipta Bertanya kepada kita “NIKMAT ALLAH YANG MANA LAGI YANG AKAN KAMU DUSTAKAN” sehingga tidak ada kata lain bagi kita selain bersyukur…… semoga

08 Nov 08 UNTUNG DAPET PAHALA DAPET

Semangat untuk berdakwah tidak akan pernah luluh dimanapaun dan kapanpun seperti dalam pesan pada bungkus kacang ini, “jaga sholat berjamaah”

08 Nov 08 Hari Gini Pakai Disket….?

Hari ini dapet order dari bagian keuangan untuk benerin PC, habis listrik padam katanya di start gak mau. setelas aqu ceck aqu start tombol ‘klik” aman langsung nyala. Eh mau di tinggal ada permintaan dari ibu keuangan “mrs nike’ untuk masang disket drive, buat apa disket drive pikirku, dan terlontar ama bercanda “hari gini masih pakai disket”, di zaman yang serba minimalis dimana flashdisk 2 Gb tinggal 60 ribu. Sontak tak mau kalah mrs nike menjawab wuih jangan salah lho… dengan disket ini sekitar 600 orang di kantor kita  menerima gaji, lho kok bisa? sistem pembayaran gaji yang di transfer setiap bulan via bank mandiri mengharuskan musti pakai “disket’, bank sekelas bank mandiri masih pakai disket, bank sebagai best implementasi IT yang pernah dimuat di majalah SWA masih pakai disket? saya tidak tahu kenapa masih dipergunakan, masalah security? atau systemnya di mandiri yang masih pakai sistem jadul? belum ketemu sampai sekarang jawabannya . Ok deh sambil nyengir ku bongkar juga PCnya, setelah di bongkar kabel data aqu pasang ternyata ‘glodak’ casing pc dengan type baru ini tidak menyediakan output untuk disket drive, akhirnya setelah di utak dan di atik akhirnya disket drive aqu tarik keluar diatas casing, jadilah disket drive eksternal, aqu pikir gpplah paling tidak gajian ku bulan ini bisa ditransfer lagi….. he,, he…

04 Nov 08 Apa Ke “UNIQ” an Anda ?

Kebiasaan Pulang tiap minggu ke kota asal tulung agung banyak memberikan pelajaran buat ku. walau kadang banyak yang pertanya apa gak capek pp surabya-tulungagung tiap minggu ? dan selalu dengan senyum “kiri dua centi kanan dua centi”  kujawab jawab “capek” tapi ada yang lebih dari itu saya berpikir masih banyak hal yang bisa di syukuri dari pada di pikirkan capeknya melulu he.. he.. ( bahkan ada temen kantor cewek, pp dari nganjuk -surabaya tiap hari, bisa bayangain berangkat jam 3 pagi, jam 7:30 musti siap action kerja dan jam 4:30 pulang dari kantor  nyampek rumah sekitar jam 9:30, sekali lagi terucap “alhamdulillah” masih banyak hal yang bisa kita syukuri) dan tak terasa pp surabaya-tulungagung sudah satu tahun lebih berlalu.

Ada hal menarik setiap pulang tiap minggu dengan naik bus antar propinsi, ada beberapa perusahaan angkutan antar propinsi yang melayani rute surabaya - tulungagung , yaitu  harapan jaya, pelita indah, pangeran, surya indah dan sri lestari denga rute surabaya-jombang-kertosono-kediri-tulungagung-trenggalek. ada beberapa strategi yang di terapkan dalam mereka mencari penumpang.

sang ‘harapan jaya” ( ini pilihan gue…) dengan mesinmercedes yang masih bagus dan inilah PO yang paling tertip soal ongkos, tak pernah meminta ongkos lebih walau hanya seratus rupiah, tentang ongkos inilah kadang ketika penumpang tidak tau tarif biasanya di “kemplang’ dengan ongkos lebih tinggi, pernah aqu ke semarang naik bus kena calo bungur asih 80 ribu padahal tarif normal patas cuman 50 ribu hiks..hiks… kacian jadi korban calo. tarif yang pas, mesin yang enak, dan bus yang cepat inilah yang menjadi brand bagi sang “harapan jaya.

sang “pelita indah” dengan jargonnya “langsung trenggalek” menjadi brand po ini, kebanyakan bus akan menurunkan sampai tulungagung saja tanpa dilanjutkan ke trenggalek walaupun tertulis jurusan tulungagung ternggalek, makanya tak heran bus ini menjadi sangat faforit di kalangan penumpang dengan jurusan trenggalek. soal tarip? lha ini yang terlepas dari manajemen po pelita, seringnya terjadi penarikan ongkos yang lebih berkisar antara limaratus sampai seribu. walaupun penumpang diam ‘bagi yang gak tahu’ ini menjadi hal yang tidak baik. dua armada inilah yang saya liat memiliki ‘uniq’ layanan di banding armada yang lain dengan jurusan yang sama.

sobat… kira kira apa hal yang uniq “potensi’ pada diri anda? sehingga itu menjadi brand anda? menjadi nilai tawar dan nilai jual anda? pertanyaan inilah yang perlu kita temukan jawabannya, atau barangkali sudah anda temukan? kalau sudah, tinggal memperkuat brand anda. kalau belum ketemu jangan pernah lelah untuk mencari selamat berjuang… menemukan ke “uniq” anda..

Demikian juga dengan amalan ibadah kita, ibadah apa yang menjadi andalan “brand” kita, sholat kita ? kedermawanan kita? jihad kita? ilmu kita? yang akan kita sehingga kita layak memperoleh pertolongan laksana sebuah cerita tiga orang musafir yang terjebak di dalam goa? selamat berjuang memperkuat “brand” potensi dan ibadah kita dalam rangka mencapai ridho NYA.

21 Oct 08 Bismillah

Selamat Datang Di Rumah Dunia Maya ” Sebelum Rumah Dunia Nyataku Jadi semoga bisa secepatnya…” Mr Imudz ( IMam turmUDZi ‘rada maksa dikit gpp ya.. he,, he,,)